Minggu, 08 Januari 2017

SOLO, RIWAYATMU KINI...

Pukul 5 pagi, saya dibangunkan oleh kernet bus.
"Mas turun di yogya?" tanya kernet
"Oh iya", jawabku memperbaiki posisi duduk dan mengucek mata
"Nih, ongkosnya mas, jadi mas turun disini aja nanti naik bus lagi di simpang dekat ojek"
"Ya deh", jawabku pasrah
Sebenarnya hati ini gondok mendengar diturunin disini padahal di pool mereka bilang rute bus ini lewat yogya.
Aku dan istri turun di Kartasura dan singgah dulu di sebuah mesjid untuk Shalat subuh.
Usai subuh kami nongkrong dulu minum teh dan peyek punya mbak yang buka lapak di tepi jalan.
Suasana pagi itu tenang dan adem karena saya melihat orang-orang sini ramah-ramah.Setelah berbincang sedkit tentang Surakarta dan ternyata Solo juga sangat dekat dari sini, Akhirnya perjalanan kami lanjutkan ke kota Solo dengan bus Trans Solo. Dengan modal tanya sana sini, akhirnya kami sampai di Keraton Kasunanan dan Masjid Agung Surakarta yang dibangun masa kerajaan.
Keraton Kasunanan


Pintu Gerbang Keraton Kasunanan

Masjid Agung Surakarta
Menjelang Zuhur, kami duduk-duduk di serambi masjid sambil mendengar lantunan kalam ilahi yang dibacakan oleh Qori asli bukan kaset lho!. Pas masuk waktu shalat, Tabuh atau beduk yang diameternya sekitar 1 meter digendang berkali-kali. mungkin lamanya sekitar 10 menit. lama juga ya....Masyarakat yang dekat Pasar Klewer dan disekitar kraton ini berduyun-duyun datang ke masjid untuk menunaikan Ibadah Shalat Zuhur. Sudah lama saya tidak mendengar suara beduk dibunyikan di setiap masjid menjelang waktu shalat tiba. Disinialah kesan Surakarta atau Solo itu baru terasa..