Sabtu, 07 Mei 2016

3 Masjid 2 Negara

Pagi itu saya tiba di Woodlands, salah satu stasiun MRT di Singapura. Perjalanan hari ini rencananya akan mengunjungi Merlion Statue. Oh ya kalau kita sedikit bingung mau kemana, tanyakan saja langsung ke petugas stasiun biasanya mereka langsung merespon. Kebetulan kalau ke Merlion kita harus ke stasiun Rafles Place.
Sampai di Rafles Place, bukan berarti langsung ketemu sama patung singa muncrat, hehe. Tapi harus jalan sekitar satu kilometer dan tanya sana-sini. Kalau nggak begitu pasti nyasar. Pokoknya kalau sudah ketemu sungai berarti kita hampir tiba di patung tersebut.
Masjid Sultan - Singapura



Patung Merlionnya ternyata nggak gede-gede amat. Karena hari hujan deras, saya terpaksa langsung cabut cari penginapan. Akhirnya saya putuskan untuk ke Hostel ABC. Alhamdulillah di seberang hostel ada Masjid bersejarah namayan Masjid Sulthan. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk shalat di sana. Masjid yang dibuka tahun 1928 ini terletak di Kampung Glam dekat stasiun MRT Bugis.Tidak hanya umat muslim yang datang untuk shalat ke sana tapi non muslim juga diperbolehkan mengunjungi masjid serta berdiskusi tentang Islam.  Masjid ini juga sering mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan. Di sekitar masjid juga banyak menyediakan makanan halal karena sebagian besar kawasan ini dihuni oleh keturunan Arab. Tak heran Kampung Glam ini dikenal juga dengan Kampung Arab.  







Masjid Sultan - Singapura








Masjid Kampung Kling - Malaka
Perjalanan saya lanjutkan ke Malaka. Sekitar jam 5 sore bus berhenti di Malaka Center dan diteruskan ke Stadhuys yaitu tempat bersejarah Malaka. Setelah istirahat sebentar, saya berusaha mencari penginapan yang direkomendasikan oleh Tripadvisor. Ternyata ada sebuah guest house yang berdekatan juga dengan masjid bersejarah Kampung Kling, yaitu Guest House Cheng Ho. Ketika azan Magrib, saya bergegas pergi ke Masjid Kampung Kling yang berada di Jalan Tukang Emas. Sayangnya masjid ini masih dalam renovasi. Dan tempat ibadah dipindahkan ke ruangan yang lumayan adem, ber-AC pula.


Masjid ini didirikan tahun 1748 oleh pedagang muslim India. Awalnya masjid ini terbuat dari kayu kemudian tahun 1872 dirubah bahannya menjadi batu bata.
Di kawasan ini sebagian besar dihuni oleh masyarakat Tiongha sehingga susah sekali mencari makanan halal. Ketika ada acara pasar malam di Jongker Walk, saya berkeliling mencari makanan halal. Sampai akhirnya ketemu gadis berjilbab dan berwajah Melayu menjual makanan dan tempatnya agak ke dalam. 
Karena tidak bisa melihat interior Masjid Kampung Kling, jadi saya hanya bisa mengambil gambar bagian luar masjid saja.
Masjid Jamek - Kuala Lumpur





Perjalanan terakhir saya mengunjungi masjid yaitu   di Kuala Lumpur. Dari Malaka ke Kuala Lumpur memakan waktu sekitar 2-3 jam. Tiba di Terminal Berpadu Selatan, kita bisa naik LRT menuju stasiun Masjid Jamek.
Tidak susah menemukan masjid ini. Berjalan sedikit dan bertanya, kita pasti bertemu dengan salah satu masjid tertua di Kuala Lumpur ini.
Masjid ini dikelilingi oleh bagunan-bangunan modern.Masjid Jamek ini dibuka tahun 1901 oleh Sultan Selangor. Masjid ini terletak dipertemuan 2  sungai yaitu Sungai Klang dan Sungai  Gombak.  Lagi-lagi saya tidak bisa shalat disana karena masih dalam renovasi. So, cuma foto-foto diluar aja, hehe.